Iran, teropongrakyat.co – Gelombang demonstrasi besar mengguncang Iran sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Aksi protes yang awalnya dipicu tekanan ekonomi kini berubah menjadi perlawanan terbuka terhadap sistem pemerintahan teokrasi yang berkuasa.
Krisis ekonomi yang kian parah menjadi pemantik utama. Tingkat inflasi Iran diperkirakan menembus angka 40 persen, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam dan semakin sulit dijangkau masyarakat. Daya beli anjlok, sementara biaya hidup terus meningkat tanpa diimbangi pendapatan yang memadai.
Aksi protes pertama kali muncul dari pedagang di Grand Bazaar Teheran. Sejak 28 Desember 2025, mereka melakukan mogok kerja sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dan tekanan biaya operasional yang semakin mencekik.
Penutupan toko-toko di pusat perdagangan bersejarah itu menjadi simbol kemarahan ekonomi rakyat Iran.
Seiring waktu, demonstrasi meluas dan tidak lagi sekadar menuntut perbaikan ekonomi. Teriakan protes berubah menjadi kritik politik terbuka terhadap pemerintahan teokrasi Iran yang dinilai gagal mengelola negara di tengah krisis berkepanjangan.
Situasi diperparah oleh faktor eksternal. Dampak konflik bersenjata selama 12 hari dengan Israel pada Juni 2025, ditambah sanksi internasional yang semakin ketat, ikut memperlemah perekonomian nasional.
Tekanan geopolitik membuat ruang gerak ekonomi Iran semakin sempit.
Nilai tukar mata uang rial Iran menjadi cerminan krisis tersebut. Pada akhir Desember 2025, rial dilaporkan anjlok hingga sekitar 1,4 juta rial per 1 dolar AS, mencetak rekor terendah sepanjang sejarah.
Kejatuhan nilai tukar ini memicu lonjakan harga barang dan semakin menggerus kepercayaan pasar serta masyarakat.
Hingga 9 Januari 2026, aksi protes dilaporkan telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut dan menyebar ke berbagai wilayah, mulai dari kota-kota besar seperti Teheran dan Mashhad, hingga daerah pinggiran dan pedesaan.
Bentrokan antara aparat keamanan dan massa demonstran pun tak terhindarkan di sejumlah titik.
Kondisi ini menandai salah satu periode paling genting bagi Iran dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tekanan ekonomi, isolasi internasional, dan ketidakpuasan publik yang terus membesar, stabilitas politik Iran kini berada di bawah ujian serius.
T.donie



























































