JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co – Proyek normalisasi Kali Cakung di Kampung Rawa Indah, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menuai keluhan dari warga terdampak. Pengerjaan proyek yang dilaksanakan PT Rudi Jaya tersebut disorot karena dinilai mengganggu akses mobilitas masyarakat hingga menimbulkan pertanyaan terkait penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (6/11/2026), akses jalan yang menghubungkan kawasan Gading Griya–Kelapa Gading terlihat mengalami penyempitan. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai menyulitkan aktivitas sehari-hari, khususnya bagi masyarakat yang harus keluar masuk kawasan permukiman.
“Ini kan proyek untuk kepentingan masyarakat, tetapi akses kami malah banyak yang terputus. Keluar masuk jadi susah, belum lagi air bersih banyak yang terganggu,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga RW 10 Pertanyakan Perencanaan Teknis Proyek
Keluhan juga disampaikan warga RW 10 yang mempertanyakan perencanaan teknis pengerjaan normalisasi tersebut. Mereka menilai kondisi akses jalan di sekitar proyek tidak merata, dengan sebagian ruas terlihat lebih sempit dibandingkan bagian lainnya.
“Kenapa harus dibeda-bedakan akses jalannya, ada apa?” ungkap warga.
Selain persoalan akses, warga turut menyoroti penggunaan alat berat jenis excavator untuk pekerjaan pengurukan kali. Menurut keterangan warga, alat berat tersebut sempat tersangkut di antara tanggul kanan dan kiri.
Peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai perhitungan teknis, khususnya terkait ruang gerak alat berat, lebar kali, serta konstruksi tanggul sebelum pekerjaan dilaksanakan.
“Kalau memang mau normalisasi, silakan. Kami juga ingin kali diperbaiki. Tapi jangan sampai warga yang malah dirugikan,” tutur warga lainnya.
Penerapan K3 dan Penggunaan APD Jadi Sorotan
Tidak hanya persoalan infrastruktur dan akses masyarakat, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek juga menjadi perhatian.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat diduga belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat menjalankan aktivitas pekerjaan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga terhadap potensi risiko kecelakaan kerja. Padahal, keselamatan pekerja semestinya menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi.
“Pekerjanya juga kami lihat ada yang tidak pakai APD lengkap. Kalau terjadi kecelakaan siapa yang bertanggung jawab? Jangan sampai proyeknya berjalan, tetapi keselamatan pekerja diabaikan,” kata warga.
Warga juga menilai pelaksanaan pekerjaan belum maksimal. Mereka berharap tidak ada kepentingan atau tekanan dari pihak mana pun yang dapat memengaruhi kualitas pekerjaan maupun merugikan masyarakat sekitar.
Pelaksana Proyek dan Instansi Terkait Diminta Turun Tangan
Atas berbagai keluhan tersebut, warga meminta pihak PT Rudi Jaya selaku pelaksana proyek bersama instansi pemerintah terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi.
Mereka mendesak agar sejumlah aspek diperiksa, mulai dari kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, perencanaan lebar kali dan tanggul, pengaturan akses jalan warga, hingga penerapan standar K3 dan kelengkapan APD bagi para pekerja.
Warga menegaskan bahwa pada prinsipnya mereka mendukung program normalisasi Kali Cakung karena bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan dan mengurangi potensi banjir. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan hak, kenyamanan, serta keselamatan masyarakat terdampak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Rudi Jaya belum memberikan konfirmasi maupun klarifikasi terkait sejumlah keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak pelaksana proyek dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan serta memberikan ruang hak jawab secara proporsional.
(Fatur)












