Defensive Driving Jadi Sorotan: IPC TPK Targetkan Zero Accident di Pelabuhan Tanjung Priok Lewat Forum QHSSE

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta -(teropongrakyat.co), 18 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menggelar QHSSE Forum bertema “Defensive Driving” di Museum Maritim Indonesia, Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan yang dinamis dan berisiko tinggi.

Forum dihadiri Direktur Utama IPC TPK Guna Mulyana, Direktur Operasi dan Teknik IPC TPK Ahmad Mimbar, perwakilan entitas di lingkungan Pelindo Group, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek kesehatan pekerja.

Acara dibuka oleh Yandri Trisaputra, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keselamatan operasional harus dimulai dari kedisiplinan individu. “Keselamatan di lingkungan pelabuhan dimulai dari kedisiplinan diri. Defensive driving bukan hanya soal teknik berkendara, tetapi juga tentang sikap, mental, dan kemampuan mengendalikan emosi di tengah tekanan operasional,” ujar Yandri.

Mengangkat tema Defensive Driving, forum ini membahas pentingnya kesadaran situasional, kewaspadaan terhadap blind spot alat berat, kepatuhan terhadap jalur operasional, serta pengendalian emosi saat berinteraksi dengan lalu lintas logistik di area pelabuhan.

Baca Juga:  DEALDULU Hadir di Tech In Asia Conference 2024

Sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi mulai dari truk kontainer, reach stacker, RTGC, hingga kendaraan operasional lainnya, pelabuhan memiliki tingkat potensi risiko kecelakaan yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, secara nasional kasus kecelakaan kerja masih berada di angka ratusan ribu per tahun, dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu kontributor utama. Di lingkungan pelabuhan sendiri, penerapan defensive driving dinilai menjadi langkah strategis untuk menekan potensi insiden yang dapat berdampak pada keselamatan pekerja sekaligus kelancaran arus logistik.

Defensive Driving Jadi Sorotan: IPC TPK Targetkan Zero Accident di Pelabuhan Tanjung Priok Lewat Forum QHSSE - Teropong Rakyat

QHSSE Forum ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional melengkapi upaya penguatan budaya K3 IPC TPK yang berkelanjutan seperti safety induction, refreshment K3 bagi operator alat dan pengemudi truk, inspeksi keselamatan (safety patrol) dan audit kepatuhan penggunaan APD, simulasi tanggap darurat dan penanganan kecelakaan kerja, kampanye internal “Safety Starts With Me”, pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja operasional serta pengelolaan Dangerous Goods dengan SOP penanganan Barang Berbahaya dan Beracun (B3) guna memastikan proses bongkar muat tetap aman tanpa mengganggu kelancaran operasional terminal.

Baca Juga:  BARDI Smart Home: Dari Garasi ke 4 Juta Pengguna - Apa Rahasianya?

Manajemen IPC TPK menegaskan bahwa keselamatan kerja memiliki korelasi langsung dengan produktivitas dan kelancaran kegiatan bongkar muat. Setiap insiden, sekecil apa pun, berpotensi mengganggu operasional terminal, memperlambat pergerakan kontainer, dan berdampak pada rantai pasok nasional.

Melalui penguatan budaya keselamatan dan penerapan defensive driving secara kolaboratif bersama mitra kerja, dan pengguna jasa, IPC TPK menargetkan terciptanya zero accident environment sekaligus memastikan kegiatan bongkar muat berjalan aman, tertib, dan efisien.

Corporate Secretary IPC TPK Pramestie Wulandary menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan fondasi utama kinerja operasional perusahaan.

“Sebagian besar aktivitas di terminal petikemas melibatkan pergerakan alat dan kendaraan berat. Karena itu, defensive driving menjadi kompetensi wajib bagi seluruh personel dan mitra kerja. Kami ingin memastikan setiap individu memahami bahwa satu kelalaian kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan dan kelancaran operasional,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, IPC TPK berkomitmen untuk terus mendorong implementasi budaya K3 secara konsisten dan terintegrasi, guna mendukung terciptanya pelabuhan yang selamat, andal, dan berdaya saing.

Berita Terkait

Bea Cukai Malang Amankan 110.840 Batang Rokok Ilegal dari Jasa Ekspedis
Keunggulan Pelabuhan: Dari Refleksi Menjadi Tindakan
Sidang Isbat Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Hilal Diprediksi Belum Memenuhi Kriteria
TUMI Perkenalkan Alpha Generasi Terbaru, Tampilkan Desain Sleek dan Performa Modern
Diduga Halangi Tugas Jurnalistik, Kades Datar Pemalang Jadi Sorotan
HUT Ke-1 HMTN-MP Komit Dalam Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Terintegrasi Berkolaboratif
Lewati Pemungutan Suara Demokratis, Andi Eko Purnama Terpilih Jadi Ketua DPAC Cibinong
Musda X LDII Kabupaten Malang 2026: Perkuat SDM Profesional Religius Menuju Malang Makmur Berdaya Saing

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:10 WIB

Defensive Driving Jadi Sorotan: IPC TPK Targetkan Zero Accident di Pelabuhan Tanjung Priok Lewat Forum QHSSE

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:59 WIB

Bea Cukai Malang Amankan 110.840 Batang Rokok Ilegal dari Jasa Ekspedis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:02 WIB

Keunggulan Pelabuhan: Dari Refleksi Menjadi Tindakan

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:26 WIB

Sidang Isbat Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Hilal Diprediksi Belum Memenuhi Kriteria

Senin, 16 Februari 2026 - 21:13 WIB

TUMI Perkenalkan Alpha Generasi Terbaru, Tampilkan Desain Sleek dan Performa Modern

Berita Terbaru