JAKARTA,teropongrakyat.co – Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara terus melakukan langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan banjir dengan mengoptimalkan berbagai sarana pengendalian air. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pengerukan saluran penghubung (Phb) di kawasan Jalan Kelapa Nias, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading.
Pengerukan dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur dan material yang berada di dalam saluran. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan saluran agar kapasitas tampung dan aliran air tetap dapat berfungsi secara optimal.
Endapan lumpur yang menumpuk di saluran dapat mengurangi ruang tampung air. Karena itu, pengerukan menjadi salah satu langkah pemeliharaan yang dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran, terutama ketika terjadi peningkatan curah hujan.
Selain pengerukan di kawasan Kelapa Nias, jajaran Sudin SDA Jakarta Utara juga melakukan optimalisasi terhadap infrastruktur pengendalian banjir di sejumlah wilayah. Sarana seperti rumah pompa dan fasilitas pengaliran air turut menjadi bagian dari upaya pengendalian genangan.
Salah satunya dilakukan di wilayah Kamal Muara, Penjaringan, dengan mengoptimalkan pengoperasian sarana pompa. Infrastruktur tersebut memiliki peran dalam membantu mengalirkan dan mengendalikan air ketika terjadi peningkatan debit air di wilayah permukiman.
Langkah pemeliharaan saluran dan optimalisasi pompa dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi genangan. Dengan kondisi saluran yang lebih terawat serta sarana pompa yang dapat dioperasikan secara optimal, aliran air diharapkan tetap berjalan dengan baik.
Upaya tersebut juga menunjukkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur drainase secara berkelanjutan. Pengerukan tidak hanya dilakukan ketika terjadi genangan, tetapi menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk menjaga fungsi saluran dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.
Sudin SDA Jakarta Utara terus mengerahkan personel dan peralatan sesuai kebutuhan di lapangan. Pemeliharaan saluran, pengerukan lumpur, serta optimalisasi rumah pompa menjadi bagian dari rangkaian penanganan untuk mengurangi potensi genangan di sejumlah kawasan Jakarta.
Melalui langkah antisipatif tersebut, sistem pengendalian air diharapkan dapat tetap berfungsi secara maksimal, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi saluran yang memiliki kapasitas lebih baik dan dukungan pengoperasian pompa menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah tetap terkendali dari potensi genangan.



























































