MALANG | Teropongrakyat.co – Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Letjen TNI (Purn) Alfret Denny Djoike Tuejeh melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Senin (7/9/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka evaluasi dan monitoring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Malang itu dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Malang serta sejumlah pihak terkait pelaksanaan program MBG.
Alfret mengatakan, KSP memiliki tugas untuk memonitor sekaligus mengawal pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah. Salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi perhatian adalah MBG.
Menurutnya, program MBG tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Beliau (Presiden Prabowo) berpikir untuk kesejahteraan rakyat. Tidak semua orang Indonesia bisa makan dengan baik, sehingga dibuatlah salah satu program unggulannya, yaitu Makan Bergizi Gratis,” ujar Alfret.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan pengawasan bersama, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
Alfret juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan monitoring pelaksanaan MBG di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Kunjungan ke Kabupaten Malang menjadi bagian dari rangkaian pemantauan untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Pengawasan tersebut, lanjutnya, juga menyangkut aspek keamanan makanan. Ia menyinggung adanya kasus dugaan keracunan yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Jawa Timur.
Jika terjadi persoalan dalam pelaksanaan MBG, Alfret memastikan akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya. Apabila ditemukan unsur tindak pidana, proses hukum dapat dilakukan sesuai ketentuan.
“Kalau memang ada tindak pidana di situ, pasti akan diproses pidana. Kemungkinan SPPG-nya ditutup, kemudian pelayanan dialihkan kepada SPPG di sekitarnya. Sudah ada aturan dan mekanisme yang mengatur masalah itu,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Alfret juga mengaku mendapatkan sejumlah masukan dari Pemerintah Kabupaten Malang terkait pelaksanaan MBG. Masukan tersebut nantinya akan dibawa ke Jakarta sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program.
“Saya datang ke sini mudah-mudahan mendapatkan masukan yang banyak. Saya sudah mendapat masukan dari Pak Bupati. Ada dua hal yang mungkin bisa saya bawa ke Jakarta untuk penyempurnaan MBG ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Alfret menilai situasi ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan turut menjadi perhatian pemerintah. Kondisi geopolitik dan konflik di sejumlah negara dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Namun, ia mengapresiasi kondisi Indonesia yang dinilai masih mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah situasi global tersebut.
Ia menegaskan, berbagai program pemerintah harus tetap dijalankan di daerah sesuai kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk kebijakan-kebijakan yang diturunkan. Tetapi saat ini beliau presidennya, programnya itulah yang kita laksanakan. Bupatinya Pak Sanusi, beliau memberikan program di Kabupaten Malang, itu harus kita sukseskan,” katanya.
Alfret juga menekankan pentingnya orientasi pembangunan yang tidak hanya menyasar kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan generasi berikutnya.
Menurutnya, pemimpin memiliki tanggung jawab menyiapkan kondisi yang lebih baik bagi generasi mendatang. Sebab, kualitas generasi masa depan tidak terlepas dari bagaimana generasi sebelumnya mempersiapkan mereka.
“Tujuan pemimpin itu adalah memikirkan masa depan. Kabupaten Malang yang kita kelola dan kita tinggali saat ini bukan hanya untuk generasi sekarang, tetapi juga untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.



























































