Pasar Disebut Sepi, Pedagang Sunter Podomoro Keberatan dengan Biaya Revitalisasi Rp49 Juta per Meter

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua narasumber saat ditemui di kawasan Pasar Sunter Podomoro, Jakarta Utara, dalam rangka memberikan keterangan terkait kondisi dan rencana revitalisasi pasar (foto: teropongrakyat.co)

JAKARTA UTARA, teropongrakyat.co  – Rencana revitalisasi Pasar Sunter Podomoro, Jalan Sunter Karya Utara, Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mendapat perhatian dari sejumlah pedagang.

Para pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi serta besaran biaya yang ditawarkan. Randi, salah satu perwakilan pedagang, mengatakan biaya yang disampaikan mencapai Rp49 juta per meter untuk los bawah dan Rp39 juta per meter untuk los atas.

“Pedagang mempertanyakan dasar revitalisasi. Kondisi pasar saat ini juga sedang sepi, sementara biaya yang ditawarkan cukup besar,” ujar Randi, Kamis (6/8/2026).

Randi mengaku mendapat kuasa dari sejumlah pedagang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan kepada pihak manajemen pasar.

Baca Juga:  Kapolda Riau Bungkam, Judi di Gelper Seperti Kebal Hukum.

Menurutnya, persoalan revitalisasi sebenarnya sudah pernah menjadi pembahasan pada tahun 2012. Saat itu, kata Randi, para pedagang juga sempat menolak rencana revitalisasi karena persoalan biaya.

Di sisi lain, salah satu anggota Tim 18 yang ditunjuk pihak manajemen mengatakan revitalisasi tetap direncanakan berjalan dengan nilai Rp39 juta per meter untuk los atas dan Rp49 juta per meter untuk los bawah.

“Tim 18 membantu sosialisasi kepada pedagang. Untuk mekanismenya, setahu saya melalui tender. Ada pedagang yang setuju karena pasar memang perlu pembaruan, tetapi ada juga yang keberatan karena harganya dianggap memberatkan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku keberatan dengan besaran biaya tersebut.

Baca Juga:  Proyek gedung Kejari Jakarta Utara Picu Banjir dan Kebisingan, Warga Keluhkan Tak Ada Sosialisasi 

Menurutnya, kondisi pasar yang sedang sepi membuat pedagang kesulitan menyediakan dana untuk revitalisasi.

“Yang memberatkan karena kondisi pasar sekarang sepi. Duitnya juga tidak ada. Jadi kami berharap ada solusi dari pemerintah,” katanya.

Para pedagang berharap pihak manajemen dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar revitalisasi, mekanisme pelaksanaan, rincian biaya, serta skema pembayaran.

Hingga rilis ini diterbitkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak manajemen Pasar Sunter Podomoro terkait persoalan tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen maupun pihak terkait lainnya demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

Berita Terkait

Tingkatkan Layanan Air Bersih, PAM Jaya Bangun Jaringan Perpipaan di Rorotan
Persinas ASAD Kota Pasuruan Hadiri Konsolidasi Organisasi Persinas ASAD Jawa Timur Zona VI
SCY Kembali Salurkan Bantuan FABA, Dukung Semangat “UTU Gemilang”
Kebakaran Lahan Kosong di Serdang Raya Kemayoran Berhasil Dipadamkan
Bukan Gugatan Pribadi, tetapi Dokumen Negara Mercy Sihombing Tegaskan Fokus pada Transparansi Data — Mantan Kuasa Hukum Justru Ingatkan: Suket Bukan Produk Hukum!
Persinas ASAD Kota Pasuruan Turunkan 19 Atlet di Piala Madinah Van Java II 2026
Langkah Nyata Jalur Hukum: Apresiasi untuk Polres Subang dan Tuntutan Transparansi Penyidikan
ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Indonesia Perkuat Pertahanan Maritim

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:45 WIB

Tingkatkan Layanan Air Bersih, PAM Jaya Bangun Jaringan Perpipaan di Rorotan

Minggu, 20 September 2026 - 13:13 WIB

Persinas ASAD Kota Pasuruan Hadiri Konsolidasi Organisasi Persinas ASAD Jawa Timur Zona VI

Minggu, 20 September 2026 - 13:12 WIB

SCY Kembali Salurkan Bantuan FABA, Dukung Semangat “UTU Gemilang”

Minggu, 20 September 2026 - 10:43 WIB

Kebakaran Lahan Kosong di Serdang Raya Kemayoran Berhasil Dipadamkan

Minggu, 20 September 2026 - 09:42 WIB

Bukan Gugatan Pribadi, tetapi Dokumen Negara Mercy Sihombing Tegaskan Fokus pada Transparansi Data — Mantan Kuasa Hukum Justru Ingatkan: Suket Bukan Produk Hukum!

Berita Terbaru

Maritim

Secara Bertahap Mulai Memulihkan Kegiatan Operasional

Senin, 21 Sep 2026 - 21:57 WIB