Tingkatkan Daya Saing Mahasiswa dalam Kewirausahaan, UNTAG Berkolaborasi dengan MAXY Academy dalam Workshop Design Thinking

- Jurnalis

Jumat, 11 Oktober 2024 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bekerja sama dengan MAXY Academy adakan workshop Design Thinking pada hari Jumat, 11 Oktober 2024 dengan tujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis dan inovatif dalam merancang solusi bisnis yang relevan dengan kebutuhan konsumen.

Surabaya, 11 Oktober 2024 – Munculnya berbagai tantangan dalam merancang produk dan layanan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan konsumen menjadi isu besar yang dihadapi oleh para wirausahawan muda saat ini.

Dalam rangka menjawab tantangan ini, program Wirausaha Merdeka Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan workshop bertema ‘Design Thinking’ pada 11 Oktober 2024 di Southern Hotel, Surabaya. Acara ini berkolaborasi dengan mentor industri yakni MAXY Academy dan bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi permasalahan pelanggan.

Workshop ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya, diantaranya Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu sendiri. Dipandu oleh Coach Andy F. Bintoro, Co-Founder dan CTO Maxy Academy, dan Coach Stefen Laksana, Manager Product and Delivery Maxy Academy, peserta diajak untuk memahami bagaimana metode Design Thinking dapat diterapkan dalam menciptakan solusi bisnis yang relevan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan berpikir kritis, inovatif, dan berbasis solusi, agar mereka mampu merespons tantangan yang ada di dunia kewirausahaan.

Baca Juga:  Comprehensive Guide and Capacity Building Program Announced to Combat Marine Plastic Pollution in ASEAN Cities

Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini diajak untuk mempraktikkan penggunaan Value Proposition Canvas, serta alat seperti Test Card dan Learn Card yang membantu mereka menguji dan mengukur hipotesis mereka terhadap masalah dan solusi bisnis yang mereka rancang. Salah satu sesi yang paling menarik adalah pembuatan elevator pitch, di mana para peserta diminta menyampaikan ide bisnis mereka dalam waktu singkat secara efektif dan menarik hingga merancang solusi berbasis Value Proposition Canvas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Image

Stefen menjelaskan, “Design Thinking sangat berkaitan dengan bagaimana wirausahawan melihat suatu masalah dan mendesain solusi atau konsep yang sesuai dengan masalah konsumen. Ini merupakan tantangan karena kita harus benar-benar tahu apakah konsumen mengalami kesulitan, dan hal itu seringkali membutuhkan survei untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.”

Stefen juga menyebutkan bahwa pada awalnya, banyak mahasiswa yang belum familiar dengan metode ini. “Dari awal, mereka masih belum mengetahui sama sekali. Namun setelah dijelaskan dan diberikan informasi mengenai program Wirausaha Merdeka (WMK), mahasiswa sangat antusias dan setidaknya memahami 50-60% dari awal 0%. Ini membuka pandangan mereka untuk tahu langkah selanjutnya yang harus dilakukan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pureprofile Ungkap Pentingnya Studi Kesehatan Merek untuk Pertumbuhan Bisnis / Unveiling the power of brand health studies

Arika Amanda dan Amalia, peserta dari UNTAG, berbagi kesan mereka setelah mengikuti workshop ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih kami berpikir kritis dan inovatif dalam memecahkan masalah konsumen. Kami juga belajar bagaimana menyusun rencana bisnis yang lebih terstruktur dengan Value Proposition Canvas, serta menganalisis data secara lebih mendalam,” ungkap Arika. Sementara itu, Amalia menambahkan bahwa workshop ini sangat membantu mereka dalam merancang ide bisnis yang dapat diimplementasikan secara nyata.

Melalui program Wirausaha Merdeka ini, diharapkan mahasiswa dapat mengimplementasikan apa yang telah mereka pelajari, baik dalam dunia akademis maupun dunia usaha yang sesungguhnya. “Harapan kami setelah mengikuti Wirausaha Merdeka adalah mahasiswa tidak hanya sekadar memiliki ide, tetapi juga mampu menerapkan dan mewujudkan ide tersebut menjadi solusi nyata di masyarakat,” jelas Stefen

Berita Terkait

Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri
PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP
OPTIMALKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA, PT CTP TOLLWAYS GELAR PELATIHAN MICROSOFT POWER BI
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Indosolar 2026 Perkuat Ekosistem Energi Surya untuk Percepat Transisi Energi Indonesia
Love Collection: Wujudkan Kreativitasmu dengan Kaos Custom Berkualitas Premium
Wujudkan Momen Lebih Bermakna Bersama Bloomora Florist
IndoBeauty Expo 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi Kecantikan dari 8 Negara di JIExpo Kemayoran

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:39 WIB

Jangan Tertinggal! AI Bukan Masa Depan Ini Kini, Simenteknindo Tunjukkan Jalan Nyata Transformasi Industri

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PT API Perkuat Penerapan Tata Kelola Melalui WORKSHOP GCG Dan ACGS Bersama PSL GROUP

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:25 WIB

OPTIMALKAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS DATA, PT CTP TOLLWAYS GELAR PELATIHAN MICROSOFT POWER BI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Indosolar 2026 Perkuat Ekosistem Energi Surya untuk Percepat Transisi Energi Indonesia

Berita Terbaru

Maritim

Secara Bertahap Mulai Memulihkan Kegiatan Operasional

Senin, 21 Sep 2026 - 21:57 WIB