Bogor – Teropongrakyat.co – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Aviasi Berkat Transformasi Indonesia (YABTI) kembali menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga melibatkan generasi muda dari Sekolah Kristen Love School sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial dan pembentukan kepedulian terhadap masyarakat.

Sejumlah siswa yang tergabung dalam Pramuka Love School turut mengambil bagian dalam mendukung kelancaran pelayanan. Para siswa membantu masyarakat, khususnya pasien lanjut usia, mulai dari proses pendaftaran, pengaturan antrean, hingga mengarahkan pasien mengikuti tahapan pemeriksaan medis. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk belajar melayani dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Antusiasme warga Desa Kabasiran terlihat sejak kegiatan dimulai. Masyarakat berdatangan dan memenuhi tenda antrean yang telah disiapkan panitia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemeriksaan yang diberikan mencakup pengobatan penyakit umum dan pelayanan kesehatan gigi, dengan sebagian besar pasien merupakan warga lanjut usia dan para sesepuh desa yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

Salah seorang warga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada YABTI serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan gratis dan berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Bidang Pendidikan YABTI, Tian Dwiastuti, mengatakan bahwa pelibatan generasi muda dalam kegiatan sosial memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar membantu kelancaran teknis pelayanan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya dan memahami bahwa mereka tidak hanya berada pada posisi sebagai penerima, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memberi dan berbagi.
“Generasi muda perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Mereka tidak hanya belajar menerima, tetapi juga belajar memberi, melayani, dan berbagi dengan sesama,” ujar Tian. Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan keberadaan Love School sebagai lembaga pendidikan yang hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat Parung Panjang.
Ketua YABTI, Aji Sasogko, menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam pelayanan sosial merupakan bagian dari program YABTI dalam membangun karakter dan kepedulian generasi muda. Selain pengobatan gratis, YABTI juga mengembangkan House of Restoration bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta pelayanan pendidikan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Para siswa juga dilibatkan dalam program CARE, berupa kegiatan berbagi kasih melalui pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, YABTI berupaya membangun model pelayanan yang mengintegrasikan kesehatan, pendidikan, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter generasi muda. Keterlibatan siswa Love School diharapkan menjadi pengalaman nyata yang menumbuhkan semangat melayani, empati, dan tanggung jawab sosial, sekaligus memperkuat kehadiran lembaga pendidikan dan organisasi sosial dalam membangun masyarakat yang peduli, berbagi, dan saling menguatkan. Red/JS/Jemrif N


























































