Galian Proyek PAM di Rorotan Tuai Sorotan, Warga Keluhkan Kemacetan dan Minimnya Pengaturan Lalu Lintas

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Pengerjaan proyek pemasangan jaringan pipa air bersih di wilayah Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mulai mendapat sorotan dari masyarakat yang melintas. Pasalnya, aktivitas galian di sejumlah titik ruas jalan dinilai kerap memicu kemacetan panjang, sementara pada waktu tertentu belum terlihat petugas yang mengatur arus lalu lintas secara optimal. Sabtu, (22/08/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian, mengingat ruas jalan di wilayah Rorotan merupakan salah satu akses yang cukup aktif digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, pengerjaan jaringan pipa tersebut diketahui telah melalui proses sosialisasi kepada masyarakat. Proyek ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan pelayanan air bersih di DKI Jakarta, yang saat ini disebut baru mencakup sekitar 65 persen wilayah pelayanan.

Pemasangan jaringan pipa besar tersebut menggunakan metode Horizontal Directional Drilling (HDD) atau pengeboran bawah tanah tanpa melakukan pembukaan badan jalan secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi sosialisasi proyek, terdapat dua ruas jalan di Rorotan yang menjadi lokasi pemasangan jaringan pipa.

Pertama, ruas jalan dari Pertigaan SMP 200 hingga depan Pos RW 07, dengan pemasangan pipa berdiameter sekitar 50 sentimeter.

Kedua, ruas jalan dari depan Indomaret RW 05 hingga depan Gerbang Nusa Kirana, dengan pemasangan pipa berdiameter sekitar 30 sentimeter.

Pada setiap jarak sekitar 200 meter akan terdapat satu titik lubang galian. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 18 titik galian yang tersebar di kedua ruas jalan tersebut.

Baca Juga:  Ribuan Jamaah di Bogor Gelar Salat Idulfitri Lebih Awal di Lapangan Sempur

Pengerjaan ditargetkan berlangsung sekitar tiga bulan, mulai Agustus hingga November. Sementara pengeboran pilot hole pertama telah direncanakan dimulai pada awal Agustus dan penyelesaian pekerjaan utama diharapkan dapat rampung pada akhir September.

Dalam pelaksanaannya, proyek diperkirakan akan menggunakan kurang lebih separuh badan jalan. Kondisi tersebut tentu berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan, terlebih pada jam-jam sibuk.

Rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup maupun pengalihan arus akan diberlakukan di sejumlah titik yang terdampak pekerjaan. Petugas pengatur lalu lintas juga disebut akan ditempatkan di dua ruas jalan tersebut.

Namun, kondisi di lapangan menjadi pertanyaan masyarakat. Beberapa pengguna jalan mengeluhkan kemacetan yang terjadi ketika pekerjaan berlangsung, terutama ketika tidak terlihat petugas yang secara aktif mengatur arus kendaraan.

Persoalannya bukan semata-mata keberadaan proyek, melainkan bagaimana pekerjaan tersebut dikelola agar tidak menambah beban kemacetan yang setiap hari sudah dirasakan masyarakat.

Proyek pembangunan infrastruktur tentu dibutuhkan, tetapi pengamanan dan manajemen lalu lintas selama pekerjaan juga tidak boleh dianggap sebagai persoalan tambahan.

Jika rekayasa lalu lintas memang telah direncanakan, masyarakat tentu berharap pelaksanaannya benar-benar terlihat di lapangan, bukan hanya tertulis dalam rencana sosialisasi.

Jangan Sampai Proyek Air Bersih Justru Mengganggu Pengguna Jalan

Di sisi lain, peningkatan jaringan air bersih merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Pemasangan pipa berkapasitas lebih besar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus ketersediaan pasokan air bersih di wilayah Rorotan.

Baca Juga:  Sinergi Intensifikasi dan Loyalitas Agen BRILink, BRI Kalideres Dorong Kemajuan Bersama

Selama proses pengerjaan, pelaksana juga mengupayakan agar jaringan air bersih yang sudah beroperasi tidak terganggu. Jaringan pipa baru disebut berbeda dengan jaringan yang sudah ada sehingga diharapkan tidak menyebabkan tekanan air mengecil maupun membuat air menjadi keruh.

Namun, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari terpasangnya pipa baru.

Kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, keamanan area galian, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat juga harus menjadi bagian dari keberhasilan pekerjaan tersebut.

Masyarakat berhak mendapatkan akses informasi mengenai tahapan pekerjaan, titik galian, durasi pengerjaan, hingga skema pengaturan lalu lintas yang diterapkan selama proyek berlangsung.

Jangan sampai pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik justru menimbulkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan di lapangan.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada bagaimana pelaksanaan proyek tersebut berjalan hingga selesai. Apakah sistem buka-tutup benar-benar diterapkan secara konsisten? Apakah petugas lalu lintas selalu tersedia di titik rawan kemacetan? Dan apakah seluruh lubang galian dapat dikelola dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting agar pembangunan jaringan air bersih di Rorotan benar-benar memberikan manfaat tanpa mengorbankan kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut.

TeropongRakyat.co akan terus memantau perkembangan pengerjaan proyek dan kondisi lalu lintas di lokasi.

Berita Terkait

Keren! Pemuda Rawamalang Sulap Lahan Kosong Jadi Urban Farming dan Budidaya Ikan
Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir
Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos
ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian
Dugaan Temuan Solar dalam Jumlah Banyak di Telukjambe Timur, APH Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan
Perjuangan Yasmin Melawan Autoimun Langka, Kepedulian Warga dan Pemkot Jakarta Utara Mulai Ringankan Beban Pengobatan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:04 WIB

Keren! Pemuda Rawamalang Sulap Lahan Kosong Jadi Urban Farming dan Budidaya Ikan

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:24 WIB

Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIB

Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos

Berita Terbaru