Erupsi GUNUNG ANAK KRAKATAU, Warga BOGOR Waspadai Sebaran ABU VULKANIK

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR,TeropongRakyat.co —minggu 06 September 2026 Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di Selat Sunda kini membuat masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kota dan Kabupaten Bogor, perlu mewaspadai paparan abu vulkanik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui analisis citra RGB Himawari-9 pada Minggu (6/9/2026) pukul 06.00 WIB mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Klaster pertama terpantau dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki, dengan arah pergerakan abu ke timur laut hingga selatan, yang mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Baca Juga:  BRI Unit Kreo BO Jakarta Joglo Gelar Cek Kesehatan Gratis Untuk Nasabah Pensiunan

Di Kota Bogor, kabar sebaran abu vulkanik ini langsung menyita perhatian warga. Rina, warga Kelurahan Cibinong, mengaku mulai melihat langit tampak agak mendung pekat sejak pagi hari dan melihat kendaraannya yang terparkir di halaman penuh dengan debu,”Saya langsung menutup jendela rumah dan memerintahkan anak-anak untuk tidak dulu bermain di luar. Takutnya abu mengganggu pernapasan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Budi, warga Kecamatan Bogor Selatan. Ia mengatakan aktivitas di lingkungannya mulai berhati-hati, terutama bagi yang memiliki anggota keluarga penderita penyakit pernapasan. “Kami sudah siapkan masker dan berusaha menjaga kebersihan halaman agar debu tidak beterbangan. Semoga abu tidak turun terlalu tebal,” kata Budi.

Baca Juga:  Dittipidter Bareskrim Polri dan KLHK Dorong Kepatuhan Industri Lewat Sosialisasi Pengelolaan Limbah B3 FABA

Warga lainnya, Siti yang tinggal di kawasan Tanah saeral pagi ini saat berkendara mata terasa sangat perih karena abu vulkanik ink

Hingga saat ini, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik untuk tetap tenang, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan menutup saluran ventilasi rumah guna mencegah masuknya abu. Pihak berwenang juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi terkini melalui saluran resmi BMKG.

Donie

Berita Terkait

Buka “Tournament Mobile Legends”, Kapolres Pasuruan Kota Berpesan Jauhi Narkoba Dan Judi Online
Bukti Dokumen Elektronik: Perjuangan Hukum Prianto Melawan PT NPR Tembus ke Mahkamah Agung RI
Sampah Menutup Kali Rawa Malang, Ancaman Pencemaran Laut di Depan Mata
LPKP Lapor Oknum Kades Muara Pari ke Kejagung, Mabes Polri & KPK: Sengketa Lahan Adat 190 Ha Karendan
Kuasa Hukum Tempuh Praperadilan Polsek Koja, Polisi Bantah Salah Tangkap dan Kekerasan
Teladani Akhlak Rasul, Grand Soll Marina Hotel Tangerang Gelar Maulid Akbar Bersama Habib Hafid Baraqbah
MAULID NABI MUHAMMAD SAW: WARGA SUNTER KANGKUNGAN TELAGA MURNI 2 BERSHOLAWAT DAN MEMPERERAT SILATURAHMI
Ketua Kelompok Tani Sejahtera Maju Jaya Minta Ketum HMTN-MP Asril Naska Turun ke Lahan Sengketa 415 Hektare

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 08:38 WIB

Erupsi GUNUNG ANAK KRAKATAU, Warga BOGOR Waspadai Sebaran ABU VULKANIK

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Buka “Tournament Mobile Legends”, Kapolres Pasuruan Kota Berpesan Jauhi Narkoba Dan Judi Online

Sabtu, 5 September 2026 - 13:39 WIB

Bukti Dokumen Elektronik: Perjuangan Hukum Prianto Melawan PT NPR Tembus ke Mahkamah Agung RI

Sabtu, 5 September 2026 - 10:58 WIB

Sampah Menutup Kali Rawa Malang, Ancaman Pencemaran Laut di Depan Mata

Jumat, 4 September 2026 - 17:26 WIB

LPKP Lapor Oknum Kades Muara Pari ke Kejagung, Mabes Polri & KPK: Sengketa Lahan Adat 190 Ha Karendan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kandang Ayam di Ngajum Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Sabtu, 5 Sep 2026 - 20:43 WIB