Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Batu| Teropongrakyat.co – Jawa Timur Park Group resmi membuka tahap trial opening Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, Rabu (16/9/2026). Destinasi edukasi baru ini mengusung konsep edutainment dengan memadukan sains, teknologi, rekayasa, matematika, kebencanaan, hingga budaya.

Pembukaan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wali Kota Batu H. Nurochman, Wakil Wali Kota Batu H. Heli Suyanto, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, Bupati Malang H. Sanusi, jajaran Forkopimda, akademisi, tokoh budaya, serta sejumlah tamu undangan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi konsep pembelajaran berbasis pengalaman yang ditawarkan Mega Science Center. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi cara baru untuk mengenalkan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) kepada anak-anak.

“Saya mengunjungi bahkan sampai tiga kali karena luar biasa menurut saya dari sains dan teknologi yang didisplay,” ujar Khofifah.

Ia menilai materi STEM yang dikemas secara interaktif dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Anak-anak tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak mencoba dan melihat langsung berbagai teknologi yang tersedia.

“Nah, hari ini saya rasa ada angin segar, ada harapan baru bagaimana STEM disajikan dengan suasana yang gembira,” katanya.

Baca Juga:  Sering Eror, Sistem Ciesa 4.0 Bea Cukai Tanjung Priok Merugikan Perusahaan Logistik

Direktur Utama Jatim Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan Mega Science Center memang dirancang bukan sekadar sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang menggabungkan pendidikan dengan hiburan.

“Fokus pertama ada education yang kami yakin sangat perlu bagi bangsa kita dan penerus kita. Kemudian kami blend dengan entertainment supaya lebih menarik dan interaktif,” ujar Rio.

Mega Science Center berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare. Empat bidang utama STEM menjadi fokus edukasi yang ditawarkan kepada pengunjung, mulai dari sains, teknologi, rekayasa hingga matematika.

Salah satu wahana yang menjadi daya tarik adalah robotik. Pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan berbagai teknologi robot, termasuk robot berbentuk anjing dan robot humanoid.

Untuk tahap awal pembukaan, pengelola memberikan harga tiket promo. Tiket pelajar tingkat SD dibanderol Rp50 ribu, sementara tiket umum Rp70 ribu dari harga normal Rp100 ribu.

Pengelola menargetkan Mega Science Center mampu menarik sekitar 300 ribu hingga 400 ribu pengunjung setiap tahun. Sasaran pengunjung tidak hanya pelajar, tetapi juga masyarakat umum dari berbagai kelompok usia.

Untuk mendukung aktivitas edukasi, sekitar 70 karyawan disiapkan. Sebanyak 20 hingga 30 orang di antaranya diproyeksikan bertugas sebagai pemandu di berbagai area.

Baca Juga:  Kanit Lantas Polsek Cakung AKP. Dwi Hari Setianto Bersama Personel Gelar Kegiatan Rutin Pengaturan Lalin Dan Urai Kepadatan Kendaraan

Rio menjelaskan, para pemandu tersebut memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, seperti fisika, kimia, dan biologi. Jatim Park Group juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang, dalam proses rekrutmen serta pelatihan pemandu.

“Semua staf kami dari lulusan S1 masing-masing bidang seperti fisika, kimia dan biologi. Kami juga banyak bekerja sama dengan universitas terkait, dengan UB dan Universitas Negeri Malang untuk merekrut dan memberikan training sebagai guide,” jelasnya.

Konsep Mega Science Center dikembangkan melalui pembelajaran dan benchmarking terhadap sejumlah science center di berbagai negara. Namun, Jatim Park Group mengembangkan konsep tersebut dengan memadukan sains, teknologi dan budaya dalam satu kawasan.

“Science center di luar negeri biasanya hanya science center. Kami melihat ini bisa dikombinasikan dalam satu lokasi, termasuk dengan budaya,” kata Rio.

Melalui konsep tersebut, pengelola berharap kunjungan ke Mega Science Center tidak berhenti pada pengalaman rekreasi. Pengunjung diharapkan membawa pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan sekolah.

“Harapannya mereka bisa menikmati dan pulang membawa sesuatu yang bisa diterapkan di sekolah dan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Berita Terkait

Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya
Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat
HAK JAWAB : Ketua RW 04 Cilincing Sampaikan Hak Jawab soal Bantuan Sembako KCN
Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam
718 Mahasiswa Baru Universitas Kepanjen Ikuti PKKMB
Debu KCN Keluhkan Warga Cilincing, KCN sudah melakukan Mitigasi dan Penyelesaian Dampak Lingkungan
Polemik PT Indoneka Makin Memanas, Founder Klaim Bengkel Didatangi Puluhan Orang hingga Dugaan Dokumen Palsu
Remaja Sehat, Program AGISTA di SMKN 7 Menginspirasi Generasi Mbois Berkelas

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM

Rabu, 16 September 2026 - 19:35 WIB

Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:14 WIB

Pameran Ikan Hias APIC dan Pokja PWI Wali Kota Jakarta Barat

Rabu, 16 September 2026 - 10:49 WIB

HAK JAWAB : Ketua RW 04 Cilincing Sampaikan Hak Jawab soal Bantuan Sembako KCN

Rabu, 16 September 2026 - 09:25 WIB

Kelompok Aktivis Tangerang Raya ANTFA Serukan Jaga Perdamaian dalam Menyikapi Momentum September Hitam

Berita Terbaru

TNI – Polri

Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:57 WIB