MALANG | Teropongrakyat.co – Puskesmas Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, mengikuti penilaian Environmental Health Competition (EHC) tingkat Jawa Timur kategori Puskesmas Pelopor Kesling Plus, Selasa (29/9/2026).
Penilaian berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap penerapan kesehatan lingkungan secara menyeluruh di fasilitas pelayanan kesehatan.
Sejumlah unsur Forkopimcam Bantur turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP., Bati Tuud Koramil 12 Bantur Peltu Tomy Umbarsono, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik, S.H., M.H., serta Kepala Puskesmas Wonokerto, dr. Putri Lestari.
Proses verifikasi dilakukan oleh Tim Verifikasi Lapangan EHC Kesling Plus yang terdiri dari Anik Madyawati, S.T., M.AP., Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Jawa Timur Winarko, SKM., M.Kes., serta M. Afrianto Kurniawan, S.T., M.Sc. dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur/UNICEF.
Penilaian EHC kategori Kesling Plus tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan lingkungan. Tim juga menilai berbagai indikator yang berkaitan dengan pengelolaan kesehatan lingkungan dan keberlanjutan fasilitas pelayanan kesehatan.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan air, sanitasi, sampah dan limbah, limbah medis, bahan berbahaya dan beracun (B3), efisiensi energi, upaya menghadapi perubahan iklim, hingga manajemen fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan cakupan penilaian tersebut, Puskesmas dituntut tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan lingkungan yang aman, sehat, efisien, dan berkelanjutan.
Bati Tuud Koramil 12 Bantur, Peltu Tomy Umbarsono, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan penilaian EHC tersebut.
Penilaian tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Puskesmas Wonokerto untuk menunjukkan berbagai inovasi dan penerapan pengelolaan kesehatan lingkungan yang telah dilakukan.
Keterlibatan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta tim verifikasi diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan lingkungan.
























































