JAKARTA – Teropongrakyat.co – 26 Oktober 2026 – Kepedulian terhadap bencana kebakaran hutan yang ada dimana-mana mendapat perhatian ekstra dari Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Forum Zakat (FOZ), dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) dengan menyelenggarakan ‘Diskusi Publik terkait bencana nasional dan mencari solusi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan yang Komprehensif’ acara dilaksanakan pada pukul 13.00 sampai selesai dan bertempat di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jl. Warung Jati Barat No.14, RT.3/RW.5, Jati Padang, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Senen, 26 Oktober 2026.
Diskusi yang semakin panas dengan narasumber yang dashyat, seperti yang turut dihadiri Ahmad Juwaini Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Romi Ardyansyah Direktur Operasional Inisiatif, Sonny Sukada Direktur Eksekutif Filantropi, Udhi Trikurniawan Sekretaris Umum Forum Zakat, Umi Marufah Tim Kampanye Eksekutif WALHI dan Viktor Rembeth Dewan Pengarah BNPB RI. Nara sumber lewat Zoom online Bilgis Habiba pop erwakilan Juru Bicara Green Peace indonesia. Acara tersebut di pandu pengarah acara Syamsul Ardyansyah selaku Senior Officer Aliance Dompet Dhuafa.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi fokus perhatian nasional seiring dengan meluasnya dampak kabut asap di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatra, hingga Jawa Timur. Dalam diskusi publik terkini, Presiden Prabowo Subianto bahkan mengategorikan pelaku pembakaran hutan berskala besar sebagai pelaku terorisme ekologi karena dampaknya yang menghancurkan kesehatan jutaan masyarakat. Setelah diketahui ada pelaku dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia melibatkan pihak perorangan maupun korporasi (perusahaan) yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar.
Menurut Victor Rembeth selaku Dewan Pengarah BNPB RI, mengatakan, ”Saya sebenarnya berpatokan dan fokus titik api yang sangat luar biasa, karna titik api awalnya terdapat di Kalimantan Barat. Ini bencananya sangat luar biasa terdapat di Kalimantan Barat yang terlihat cukup parah di bandingkan di wilayah Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan. Dan saya melihat tim relawan dari dompet dhuafa dan dari Muhamadyah sudah di terjunkan ke lokasi,” kata Victor Rembeth.
“Saya sendiri meninjau Kalimantan Barat yang begitu kaya dengan alam rayanya tapi perhatian dari pemerintah pusat sangat minim sekali, seperti bantuan dana Desa hanya 2 Milayar, ini sangat minim sekali lalu mereka dapat apa bantuannya dana desa hanya 2 miliyar. Makanya bapak Presiden langsung meninjau ke wilayah Kalimantan Barat melihat langsung kondisi di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Reporter : JS/IM












