SURABAYA, teropongrakyat.co – Dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Bina Desa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, menggelar sosialisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Benowo, Kota Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Bina Desa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendorong pengembangan dan pengelolaan UMKM agar semakin terarah dan berkelanjutan.
Sosialisasi menitikberatkan pada empat aspek utama pengelolaan usaha yang menjadi program kerja Tim Bina Desa, yakni keuangan, pemasaran, sumber daya manusia (SDM), dan operasional.
Keempat aspek tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan usaha. Pengelolaan yang baik di masing-masing aspek diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghadapi tantangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Pada aspek keuangan, pelaku UMKM didorong untuk memahami pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan secara tertib. Pencatatan yang baik dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara lebih jelas dan menjadi dasar dalam menentukan langkah bisnis.
Sementara dari sisi pemasaran, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali karakteristik konsumen, menentukan target pasar, serta mengomunikasikan produk secara tepat.
Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen juga menuntut pelaku UMKM untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan berbagai saluran pemasaran, termasuk platform digital.
Aspek sumber daya manusia turut menjadi perhatian. Pengelolaan individu maupun tim yang terlibat dalam usaha mencakup pembagian tugas, komunikasi, pelayanan kepada konsumen, hingga peningkatan kemampuan. Faktor tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keberlangsungan usaha.
Adapun aspek operasional berkaitan dengan proses bisnis sehari-hari, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, pengelolaan persediaan, hingga distribusi produk atau pelayanan kepada konsumen.
Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. Muhammad Tahajjudi Ghifary, S.AB., M.PSDM., menekankan bahwa pelaku UMKM perlu memandang pengelolaan usaha secara menyeluruh dan tidak hanya berorientasi pada penjualan.
“UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang baik dan mampu menjualnya. Keberlanjutan usaha juga sangat ditentukan oleh bagaimana keuangan dikelola, pemasaran dirancang, sumber daya manusia dikembangkan, serta kegiatan operasional dijalankan secara efektif. Empat aspek ini saling berkaitan dan perlu dikelola secara seimbang agar usaha dapat terus berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, Program Bina Desa juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung penerapan teori manajemen dalam kehidupan masyarakat.
Interaksi dengan pelaku UMKM memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan usaha secara nyata, sekaligus mengenali tantangan yang tidak selalu ditemukan dalam pembelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Bina Desa Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur berupaya menghubungkan pengetahuan konseptual dengan kondisi dan kebutuhan yang dihadapi langsung oleh pelaku UMKM di Kelurahan Benowo.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di luar kampus. Mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat, mengidentifikasi persoalan usaha, serta menerapkan pengetahuan manajemen yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata.
Program Bina Desa tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang memberikan manfaat secara langsung.
Melalui program ini, Program Studi Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur berupaya membangun hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Sosialisasi di Kelurahan Benowo diharapkan menjadi salah satu langkah dalam membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengelolaan usaha agar lebih profesional, adaptif, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Sumber : Ardyan Wicaksana



























































