Peter Brandt menyoroti prospek XRP, Monero (XMR), Solana (SOL), dan Ethereum (ETH). XRP disebut berpotensi menuju US$2,16, sementara Monero dan Solana dinilai memiliki struktur teknikal yang lebih kuat. Ethereum juga berpeluang menguat jika mampu menembus level US$5.000. (ilustrasi)
JAKARTA — Trader veteran dan analis teknikal Peter Brandt kembali memberikan pandangannya terhadap sejumlah aset kripto utama. Kali ini, Brandt menyoroti XRP, Monero (XMR), Solana (SOL), dan Ethereum (ETH) yang dinilainya memiliki prospek teknikal menarik.
Dari keempat aset tersebut, Monero (XMR) disebut memiliki struktur teknikal paling kuat. Sementara itu, XRP masih memiliki peluang kenaikan, tetapi menghadapi tekanan jual yang cukup besar pada level harga yang lebih tinggi.
XRP Berpotensi Menuju US$2,16
Brandt melihat adanya pola cup and handle (cangkir dan pegangan) pada grafik mingguan XRP. Menurut analisisnya, pola tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari formasi inverse head and shoulders (kepala dan bahu terbalik) dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Berdasarkan pola teknikal tersebut, XRP berpotensi mencapai sekitar US$2,16.
Namun, Brandt mengingatkan bahwa pola teknikal tidak selalu berkembang sesuai dengan proyeksi. Salah satu tantangan terbesar XRP adalah adanya tekanan jual atau pasokan yang cukup besar di atas harga saat ini.
Kondisi tersebut dapat terjadi ketika investor yang sebelumnya membeli XRP pada harga lebih tinggi memilih menjual asetnya ketika harga kembali naik untuk mengurangi kerugian atau merealisasikan keuntungan.
Monero Dinilai Memiliki Struktur Paling Kuat
Di antara aset kripto yang dianalisis, Brandt menilai Monero (XMR) memiliki struktur teknikal yang paling menarik.
Menurutnya, tekanan jual pada XMR telah banyak terserap sehingga ruang kenaikan harga terlihat lebih terbuka. Grafik mingguan Monero juga menunjukkan pola cup and handle yang cukup jelas.
Area sekitar US$561 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan karena berpotensi menjadi wilayah resistensi.
Dalam analisis tersebut, XMR berada di sekitar level US$559 dan mencatat kenaikan sekitar 4 persen dalam 24 jam.
Solana Punya Struktur Grafik Lebih Bersih
Solana (SOL) juga menjadi salah satu aset yang mendapat perhatian Brandt.
Ia menilai struktur cup and handle pada grafik SOL terlihat lebih kuat dibandingkan pola serupa pada XRP. Menurut Brandt, grafik mingguan Solana menunjukkan struktur teknikal yang relatif lebih bersih dan tidak menghadapi tekanan pasokan di atas harga sebesar yang terlihat pada XRP.
Kondisi tersebut membuat SOL menjadi salah satu aset yang menarik untuk dipantau apabila momentum pasar kripto kembali menguat.
Ethereum Berpeluang Menguat dalam Jangka Panjang
Sementara itu, Ethereum (ETH) juga masih masuk dalam radar Brandt.
Brandt melihat adanya konsolidasi harga yang cukup padat pada Ethereum. Namun, menurutnya, tekanan jual di atas harga ETH tidak sekuat yang terlihat pada XRP.
Dalam analisis sebelumnya, Brandt memperkirakan Ethereum memiliki peluang menuju level yang lebih tinggi apabila mampu menembus US$5.000 secara meyakinkan.
Jika terjadi breakout yang kuat di atas level tersebut, skenario kenaikan jangka panjang menuju di atas US$8.600 berpotensi kembali menjadi perhatian pasar.
XMR Jadi Favorit Brandt
Dari keempat aset yang dianalisis, Monero menjadi aset yang paling menonjol dalam pandangan teknikal Peter Brandt. Solana juga dinilai memiliki struktur grafik yang menarik, sementara Ethereum berpotensi mendapatkan momentum baru apabila mampu menembus level US$5.000.
Adapun XRP tetap memiliki peluang kenaikan menuju sekitar US$2,16 berdasarkan pola teknikal yang diamati. Namun, investor perlu memperhatikan potensi tekanan jual pada level yang lebih tinggi.
Pandangan Peter Brandt tersebut merupakan analisis teknikal, bukan jaminan pergerakan harga di masa depan. Pergerakan aset kripto sangat volatil dan dipengaruhi berbagai faktor, sehingga investor tetap perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.












