Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTHasil dari Penelitian MHI-38, 33% Pengurus Mengalami Tekanan Psikologi Tinggi, GMKI Ingatkan Kembali Rumah Doa dan Rumah TalentaKomentar: 0

Hasil dari Penelitian MHI-38, 33% Pengurus Mengalami Tekanan Psikologi Tinggi, GMKI Ingatkan Kembali Rumah Doa dan Rumah Talenta

Teropong Rakyat, 27 Oktober 2026, 14:13 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA – Teropongrakyat.co – 27 Oktober 2026 – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) bekerja sama dengan Mahasiswa Pasca Sarjana Psikologi UKSW sekaligus peneliti MHI- 38, penerima beasiswa GMKI Award, Agus M Demak Siahaan, membuat riset mengenai kesehatan mental bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi, dengan studi kasus pengurus aktif dan anggota GMKI.

Riset ini menggunakan alat ukur Mental Health Inventory-38 atau MHI-38 untuk melihat dua hal indikator yaitu tingkat tekanan psikologi dan kesejahteraan dari pengurus dan anggota GMKI.

Survei ini melibatkan 608 orang responden GMKI dari berbagai daerah Indonesia, mayoritas berusia muda dan berstatus sebagai pengurus aktif dan anggota GMKI.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa sebanyak 167 orang atau sekitar 27,5 persen berada pada kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih, yakni mereka yang mengalami tekanan psikologis tinggi namun kondisi yang sama, memiliki tingkat kesejahteraan rendah.

Dari data pengurus aktif organisasi berjumlah 409 orang yang diterima, sebagai responden terbanyak, sebanyak 123 orang atau 30 persen dalam kondisi tekanan psikologi yang tinggi dan memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah.

Peneliti, Agus Demak, juga menyoroti satu temuan yang perlu disikapi dengan hati-hati. Sebanyak 251 orang atau 41,3 persen menjawab pernah terlintas pikiran untuk mengakhiri hidup dalam sebulan terakhir, dengan jawaban mulai dari jarang hingga selalu.

Baca Juga:  PT BIJB Gandeng PT LNU Lakukan Kerjasama Strategis untuk Mengembangkan Kertajati sebagai Kota Megapolitan

“Temuan ini bukan berarti seseorang memiliki niat bunuh diri atau diagnosis tertentu, melainkan menjadi sinyal agar lebih peduli, mau mendengarkan, dan memastikan akses bantuan yang aman dan rahasia dari pihak yang berkompeten,” ucap Agus Demak.

Menanggapi hasil penelitian ini, Sekretaris Fungsi Kerohanian Pengurus Pusat GMKI, Harwilyan Hizkia Panekenan menyampaikan bahwa temuan ini menjadi cermin dan landasan bagi organisasi untuk pengembangan SDM dalam jangka menengah dan panjang.

“Pengurus yang aktif dan produktif belum tentu terlihat baik secara psikologi. Beban kuliah, tanggung jawab pelayanan, masalah relasi, ekonomi dan penyakit masyarakat menjadi tantangan bagi anggota dalam managemen hidup,” ucap Hizkia.

Harwilyan menegaskan, merawat kesehatan mental kader adalah bagian tugas besar pelayanan GMKI. GMKI hadir sebagai rumah doa dan rumah talenta, bukan sekedar menjalankan program, namun harus memastikan kultur dan struktur organisasi yang utuh secara fisik, mental, dan spiritual.

Berdasarkan hasil penelitian ini, GMKI akan melakukan transformasi struktur dan kultural yang aman bagi kader, menjadi GMKI sebagai rumah yang aman, saling menghormati dan menghargai antar kader, atau pendampingan usia yang sebaya.

Baca Juga:  ITRAMS Diluncurkan, CTP Siap Penuhi Standarisasi Data Jalan Tol Nasional

Selain itu, GMKI akan memberikan edukasi rutin saat proses masa perkenalan di cabang, melepaskan stigma kelelahan atau burn out adalah kelemahan bisa dihapuskan.

“Transformasi ritme kerja organisasi, pengurus komisariat dan cabang lebih efektif, efesien dan ramah waktu dan energi bagi kader,” ucap Hizkia.

Lebih lanjut, PP GMKI akan melakukan kerjasama dengan pihak profesional di bidang Psikologi atau lembaga profesional layanan konseling untuk memfasilitasi kader yang mengalami tekanan psikologis yang tinggi dan merasa kurang sejahtera.

Peneliti mengingatkan bahwa MHI-38 adalah alat laporan diri, bukan alat untuk mendiagnosis, dan data yang menggambarkan 608 responden, bukan menggambarkan kondisi psikologi seluruh anggota GMKI di Indonesia.

“Temuan ini, hanya landasan dan data awal kondisi psikologi organisasi. GMKI terus membangun lingkungan yang suportif, berani berkata jujur saat lelah, didengar tanpa dihakimi, dan menjadi ruang sosialisasi yang aman dan ramah bagi anggota,” tutup Hizkia.

Reporter : Johan Sopaheluwakan/Irvan Munir

Lihat Nasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Nasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain