Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDari Desa, RPA Indonesia Rawat Semangat Sumpah Pemuda: Hadir, Berbagi, dan Membangun Masa Depan Anak BangsaKomentar: 0

Dari Desa, RPA Indonesia Rawat Semangat Sumpah Pemuda: Hadir, Berbagi, dan Membangun Masa Depan Anak Bangsa

Teropong Rakyat, 30 Oktober 2026, 09:16 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Bojong Nangka, Cikuda, Gunung Putri – Teropongrakyat.co – 30 Oktober 2026 – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 dimaknai RPA Indonesia melalui kegiatan nyata bersama anak-anak di Desa Bojong Nangka, Cikuda, Gunung Putri.

Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, hadir bersama jajaran DPP, yakni Paulus Tutuarima, Yusuf Pradika, Desi Balubun, Ida Sapulette, Zidane, Martha, Asrianti, Marnih, Tiwul, dan Yeyen. Kebersamaan ini menjadi wujud kepedulian terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda Indonesia.

Di desa ini, RPA Indonesia menjalankan kelompok belajar gratis yang berlangsung rutin setiap hari pukul 16.00–20.00 WIB. Kegiatan didampingi Anisa, perwakilan DPP RPA Indonesia, yang mengajarkan Matematika dan Bahasa Inggris, serta menghadirkan guru mengaji untuk pendidikan keagamaan. Ketika anggota RPA dari Jakarta tidak memiliki agenda lain, mereka turut membantu mendampingi anak-anak belajar.

“Sebagian besar masyarakat di sini bekerja sebagai buruh dan pengemudi ojek. Kami ingin anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat setelah pulang sekolah. Daripada menghabiskan waktu bermain hingga larut malam atau berada di pangkalan ojek bersama orang dewasa, lebih baik mereka mendapatkan pendampingan dan pendidikan. Karena itu, RPA Indonesia menghadirkan kegiatan belajar gratis,” tegas Jeannie Latumahina.

Baca Juga:  Bravo, Pangkostrad Membawa Timnya Unggul Dalam Laga Persahabatan Dengan Mencetak Dua Gol.

Anisa selaku pendamping tetap kelompok belajar menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua Umum dan jajaran DPP RPA Indonesia yang merayakan Sumpah Pemuda bersama anak-anak. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Chandra Purwo Negoro dari Direktorat Organisasi Kemasyarakatan, Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, yang telah berpartisipasi memberikan tas, buku, dan perlengkapan tulis. Bantuan tersebut menambah semangat anak-anak untuk terus belajar dan menjadi kenangan berharga bagi mereka.

Acara yang dipandu oleh MC Yusuf Pradika berlangsung penuh keakraban dan kegembiraan. Dalam arahannya, Jeannie menegaskan bahwa Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan bangsa, melainkan momentum untuk menanamkan persatuan, kepedulian, dan semangat kebangsaan kepada generasi penerus.

“Semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya kata-kata dan seremoni. Pendidikan gratis yang kami jalankan di berbagai tempat merupakan salah satu bentuk pengabdian RPA Indonesia kepada masyarakat,” tutur Jeannie.

Jeannie juga menegaskan bahwa setiap anak, di mana pun mereka tinggal dan apa pun latar belakang keluarganya, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, perhatian, kasih sayang, dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:  Pelantikan Aspidum Kejati Kepri: Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Penanganan Perkara yang Tepat Waktu

Senada dengan itu, Ida Sapulette, Desi Balubun, Asrianti, dan Paulus Tutuarima menyampaikan bahwa persatuan Indonesia harus dimulai dari kepedulian terhadap sesama. Anak-anak bukan sekadar generasi penerus, melainkan pemilik masa depan bangsa yang harus dijaga, didampingi, dan diberikan kesempatan untuk tumbuh dengan penuh harapan.

Ida Sapulette menegaskan bahwa mencintai Indonesia berarti juga mencintai dan melindungi anak-anaknya. Semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui pengabdian yang tulus dan tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dari desa, dari tempat ini, dari kaki Gunung Putri, RPA Indonesia ingin memulai sesuatu yang sederhana, tetapi memiliki makna besar. Kami percaya, membangun Indonesia tidak harus selalu dimulai dari gedung-gedung besar. Membangun masa depan bangsa dapat dimulai dengan mendampingi anak-anak belajar, menanamkan nilai kebaikan, dan memberikan harapan. Dari anak-anak inilah masa depan Indonesia kita titipkan.Inilah makna Sumpah Pemuda yang sesungguhnya, persatuan yang diwujudkan melalui kepedulian dan pengabdian,” tutup Jeannie Latumahina.

Red/Johan Sopaheluwakan/Irvan Munir

Lihat Nasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Nasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain