IHSG Berbalik Melemah, Sesi I Turun 0,55 Persen ke Level 6.263

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/9/2026). IHSG pada sesi I berbalik melemah 0,55 persen ke level 6.263,73, di tengah tekanan jual dan pergerakan pasar yang masih fluktuatif. (Dok-istimewa)

JAKARTA, teropongrakyat.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Setelah sempat dibuka menguat, IHSG pada penutupan sesi I turun 34,88 poin atau 0,55 persen ke level 6.263,73.

Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat hingga berada di sekitar level 6.328. Namun tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga level terendah intraday 6.261,47.

Baca Juga:  Pemdes Bukit Tinggi Laksanakan Musrenbang RKPDes Tahun 2026

Tekanan pasar terlihat dari banyaknya saham yang bergerak melemah. Hingga sesi I, tercatat 148 saham menguat, 540 saham melemah, dan 275 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,47 triliun, dengan volume perdagangan 14,70 miliar saham.

Pelemahan juga terjadi di sebagian besar sektor. Dari 11 indeks sektoral, 10 sektor tercatat turun, dengan tekanan terbesar antara lain berasal dari sektor industri dan infrastruktur.

Tekanan dari Pasar Global

Pergerakan IHSG juga berlangsung di tengah kondisi pasar global yang masih beragam. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (24/9), IHSG ditutup turun 1,20 persen ke level 6.298,61. Investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp1,42 triliun pada perdagangan tersebut.

Baca Juga:  Strategi Jitu IPCC: Green Growth dan Solusi Cerdas Dongkrak Laba Kuartal III Hingga 28%

Dari pasar global, perhatian investor antara lain tertuju pada perkembangan geopolitik dan harga minyak. Bursa Asia juga bergerak cenderung melemah, sementara Wall Street ditutup bervariasi.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih menghadapi tekanan. BNI Sekuritas menyebut area 6.300 menjadi level yang diperhatikan pasar, sementara kisaran support yang disebut dalam riset berada di sekitar 6.220–6.280. Ini merupakan pandangan analis, bukan kepastian arah pasar.

 

Berita Terkait

SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal
GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global
Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif
TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT
Petani Munjul Bersyukur, Program Optimasi Lahan 2026 Jadi Napas Baru bagi Pertanian dan Keluarga
Kinerja Kabinet Dinilai Positif, 63,7% Publik Mengaku Puas
Survei PSI : 21 Bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tingkat Kepuasan Publik Tembus 80,4 Persen
Puji Komitmen Asta Cita Presiden Prabowo, Ekonom Konstitusi Sebut BUMN Harus Lepas dari Jebakan Orientasi Laba

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:06 WIB

IHSG Berbalik Melemah, Sesi I Turun 0,55 Persen ke Level 6.263

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

SPPG Diperkuat, Manfaat MBG Meluas ke UMKM, Pedagang, Petani hingga Pekerja Lokal

Rabu, 2 September 2026 - 16:34 WIB

GUT Dorong Peran Industri Nasional dalam Transisi Energi dan Penguatan SDM Global

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” Dorong Koperasi Multi Pihak Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:43 WIB

TASPEN Salurkan Bantuan Rp155 Juta untuk Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Seputar Desa

Bina Desa UPN “Veteran” Jatim Dorong UMKM Benowo Naik Kelas

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:19 WIB