Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (25/9/2026). IHSG pada sesi I berbalik melemah 0,55 persen ke level 6.263,73, di tengah tekanan jual dan pergerakan pasar yang masih fluktuatif. (Dok-istimewa)
JAKARTA, teropongrakyat.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Setelah sempat dibuka menguat, IHSG pada penutupan sesi I turun 34,88 poin atau 0,55 persen ke level 6.263,73.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat hingga berada di sekitar level 6.328. Namun tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga level terendah intraday 6.261,47.
Tekanan pasar terlihat dari banyaknya saham yang bergerak melemah. Hingga sesi I, tercatat 148 saham menguat, 540 saham melemah, dan 275 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,47 triliun, dengan volume perdagangan 14,70 miliar saham.
Pelemahan juga terjadi di sebagian besar sektor. Dari 11 indeks sektoral, 10 sektor tercatat turun, dengan tekanan terbesar antara lain berasal dari sektor industri dan infrastruktur.
Tekanan dari Pasar Global
Pergerakan IHSG juga berlangsung di tengah kondisi pasar global yang masih beragam. Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (24/9), IHSG ditutup turun 1,20 persen ke level 6.298,61. Investor asing tercatat melakukan net sell sekitar Rp1,42 triliun pada perdagangan tersebut.
Dari pasar global, perhatian investor antara lain tertuju pada perkembangan geopolitik dan harga minyak. Bursa Asia juga bergerak cenderung melemah, sementara Wall Street ditutup bervariasi.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih menghadapi tekanan. BNI Sekuritas menyebut area 6.300 menjadi level yang diperhatikan pasar, sementara kisaran support yang disebut dalam riset berada di sekitar 6.220–6.280. Ini merupakan pandangan analis, bukan kepastian arah pasar.



























































