Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBelanja Online hingga Skincare, Industri Kemasan RI Diprediksi Tumbuh 6%Komentar: 0
ALLPack Indonesia 2026

Belanja Online hingga Skincare, Industri Kemasan RI Diprediksi Tumbuh 6%

Teropong Rakyat, 21 Oktober 2026, 15:10 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA, Teropongrakyat.co – Pernah nggak sih, merasa pengalaman belanja online belum lengkap sebelum membuka paket yang baru datang? Atau memilih produk skincare karena kemasannya terlihat menarik? Di balik hal-hal sederhana itu, ada industri kemasan yang ikut bergerak mengikuti gaya hidup masyarakat.

Indonesian Packaging Federation (IPF) memproyeksikan pasar industri kemasan Indonesia tumbuh sekitar 5–6% sepanjang 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan elektronik atau e-commerce serta program pangan nasional yang menargetkan penyediaan 190 juta porsi makanan per hari.

Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan kebutuhan kemasan, terutama untuk produk makanan dan minuman. Kebutuhan industri juga semakin beragam, mulai dari kemasan yang praktis untuk distribusi hingga material yang mampu menjaga kualitas produk.

Perkembangan ini menjadi salah satu sorotan dalam ALLPack Indonesia 2026, pameran industri pengemasan dan pengolahan yang berlangsung pada 20–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Dari Paket Belanja Online sampai Produk Kecantikan

Kemasan kini punya peran lebih luas daripada sekadar membungkus barang. Dalam aktivitas belanja online, misalnya, kemasan membantu melindungi produk selama pengiriman. Pada makanan dan minuman, kemasan perlu disesuaikan dengan karakter produk serta kebutuhan penyimpanan.

Hal serupa berlaku untuk produk kosmetik dan personal care. Bentuk, fungsi, keamanan, dan kemudahan penggunaan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kemasan.

Baca Juga:  Menkes Budi Gunadi Resmikan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, Hadirkan Inovasi Alat Kesehatan dari 9 Negara

Di tengah perubahan kebutuhan konsumen, industri juga menghadapi tantangan untuk menghadirkan inovasi yang efisien dan memperhatikan keberlanjutan.

Business Development Director Indonesian Packaging Federation (IPF), Ariana Susanti, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi untuk memperkuat daya saing industri pengemasan Indonesia.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan, inovasi material, efisiensi sumber daya, digitalisasi, dan teknologi baru menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjawab tantangan keberlanjutan,” ungkap Ariana.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan industri kemasan bukan hanya soal membuat bungkus produk terlihat menarik. Efisiensi material, pemanfaatan teknologi, dan perhatian terhadap dampak lingkungan juga menjadi bagian dari tantangan yang perlu dijawab pelaku industri.

ALLPack Indonesia 2026 Hadirkan Lebih dari 1.600 Peserta

Belanja Online hingga Skincare, Industri Kemasan RI Diprediksi Tumbuh 6% - Teropong Rakyat

Memasuki penyelenggaraan ke-25, ALLPack Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara, termasuk 10 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Pameran ini diproyeksikan menarik lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan jumlah peserta pameran tahun ini meningkat 15%. Menurutnya, pertumbuhan tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap pasar pengolahan dan pengemasan di Indonesia.

“Peningkatan jumlah peserta pameran tahun ini menunjukkan besarnya potensi industri Indonesia dan kepercayaan terhadap pasar nasional,” ujar Daud.

ALLPack Indonesia 2026 juga digelar bersama sejumlah pameran pendukung, antara lain ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Ada pula ALL Cold Chain yang berfokus pada teknologi rantai pendingin, Indonesia Maritime & Logistics Expo yang menghadirkan solusi logistik, serta ALL Agri Expo untuk sektor pertanian dan agribisnis.

Baca Juga:  Bespoke AI Refrigerator Samsung, Partner Keluarga Hadapi Musim Sekolah

Beragam sektor tersebut berkaitan dengan proses produksi hingga distribusi barang. Kolaborasi lintas industri diharapkan membuka peluang kerja sama dan membantu pelaku usaha mengikuti perkembangan teknologi.

Ada Lebih dari 55 Seminar dan Talkshow

Selain pameran teknologi, ALLPack Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 55 seminar dan talkshow yang membahas perkembangan industri, keberlanjutan, regulasi, hingga peluang bisnis.

Sejumlah agenda yang disiapkan mencakup pembahasan tren masa depan industri kemasan oleh IPF, perkembangan daur ulang plastik bersama Indonesian Plastics Recyclers (IPR), serta isu dan tren industri plastik bersama INAPLAS.

Topik industri makanan dan minuman, farmasi, serta suplemen kesehatan juga masuk dalam rangkaian diskusi. Program business matching turut disiapkan untuk mempertemukan pelaku usaha, pembeli, distributor, asosiasi, dan mitra internasional.

Daud berharap penyelenggaraan pameran ini dapat membuka peluang bisnis baru, mendorong adopsi teknologi, serta memperkuat daya saing industri pengemasan dan pengolahan Indonesia di tingkat global.

ALLPack Indonesia 2026 berlangsung hingga 23 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Informasi pendaftaran pengunjung tersedia melalui situs resmi ALLPack Indonesia.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain