Jakarta, Teropongrakyat. Co– Ketua Umum Partai Daulat Kerajaan Nusantara (PDKN), Dr. Rahman Sabon Nama, Soroti Pengelolaan Pemerintahan “Ugal-ugalan” dan Ketimpangan SDA di Papua & IKN serta terus akan mewariskan beban utang dari satu rezim ke rezim berikutnya.
“Pengelolaan pemerintahan yang ugal-ugalan. Dari rezim ke rezim, dari presiden ganti presiden terus mewarisin utang akibat kelola pemerintahan yang tak profesional,” tegas Rahman Sabon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/8).
Rahman menyoroti ketimpangan pengelolaan sumber daya alam, khususnya di Papua. Ia menyebut tambang emas terbesar di dunia yang dikelola PT Freeport Indonesia selama puluhan tahun hanya memberikan royalti 1-2 persen kepada negara.
“Papua punya tambang emas terbesar di dunia dikuasai korporasi asing Freeport Indonesia selama puluhan tahun. Negara hanya menerima royalti 1-2 persen saja, sementara keuntungan korporasi asing Amerika mencapai miliaran dolar per tahun,” ujarnya.
Padahal, lanjut Rahman, tingkat kemiskinan di Papua masih sangat tinggi, mencapai hampir 30 persen. “Mama-mama Papua hidupnya masih berjualan sirih pinang di emperan toko China,” katanya.
Selain Papua, Rahman juga menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Ia menilai kawasan tersebut dikuasai korporasi asing dan oligarki nasional, namun pembangunan infrastruktur dasar masih menghadapi masalah dan kemiskinan pedesaan belum tersentuh perhatian pemerintah.
Rahman mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kontrak-kontrak sumber daya alam dan memastikan pembangunan nasional benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan hanya menguntungkan korporasi.**


























































