Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWT14 Santri Putri Nurul Hidayah Diwisuda, Ustadz: Jangan Pulang Hanya Bawa Ijazah, Tapi Bawa Akhlak!Komentar: 0

14 Santri Putri Nurul Hidayah Diwisuda, Ustadz: Jangan Pulang Hanya Bawa Ijazah, Tapi Bawa Akhlak!

Teropong Rakyat, 22 Juni 2025, 16:17 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

TANGERANG, teropongrakyat.co — Sebanyak 14 santri putri Pondok Pesantren Nurul Hidayah, yang beralamat di Jl. Adi Sucipto RT 002 RW 009, Kelurahan Blendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, resmi diwisuda dalam acara Haflah Akhirussanah yang berlangsung penuh haru dan makna, pada Ahad, 22 Juni 2025 pagi.

Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh para wali santri, tapi juga tokoh penting masyarakat, seperti Ketua MUI Kecamatan Benda serta Lurah Blendung, yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian para santri.

Dalam sambutannya, Ustadz Ahmad Nurul Fahmi Yusuf, S.Th.I selaku pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Putri Nurul Hidayah, menyampaikan pesan moral yang menggugah hati.

Ia mengingatkan bahwa aflah bukan akhir dari perjuangan, tetapi pintu masuk menuju kehidupan atau pendidikan selanjutnya.

Baca Juga:  Dr Drs M SAYUTI Dt RAJO PANGULU,M.Pd SIAP SEBAGAI KETUA PENASEHAT P3N CCI DPW SUMBAR

“Jangan pulang hanya bawa ijazah. Pulanglah dengan membawa adab dan cahaya. Ilmu kalian bukan untuk dibanggakan, tapi untuk diamalkan dan meneduhkan lingkungan sekitar,” tegas sang ustadz di hadapan para hadirin dan santri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga akhlak di tengah masyarakat yang kompleks. Menurutnya, santri yang hanya pandai berdalil tanpa akhlak adalah kegagalan pendidikan.

14 Santri Putri Nurul Hidayah Diwisuda, Ustadz: Jangan Pulang Hanya Bawa Ijazah, Tapi Bawa Akhlak! - Teropong Rakyat

“Kalian akan diuji. Bukan di seberapa banyak kitab yang kalian baca, tapi seberapa besar manfaat yang kalian tebarkan. Santri sejati adalah yang hadir membawa kesejukan, bukan kebisingan,” ujarnya lagi.

Menurutnya lagi, penilaian terhadap diri sendiri bukan dilihat dari kondisi saat ini, melainkan saat sudah berada dan berperan aktif di tengah masyarakat.

Baca Juga:  JMTO Jelaskan Status Karyawan Kontrak 5 Tahun, Alih Daya Disebut Jadi Solusi Agar Tetap Bekerja

“Kalian para santri jangan melihat kondisi saat ini, tapi nanti ketika sudah terjun ditengah masyarakat ilmu kalian sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Ustadz juga mengingatkan para santri yang terpenting bukan sekadar menjelaskan kembali ilmu, melainkan memahami dasar dan tafsirnya sebagaimana dipelajari dari para guru dan kitab.

Acara haflah diisi dengan penampilan para santri yang membacakan hafalan nahwu shorof hasil pembelajaran mereka selama di pondok pesantren.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh panitia secara gratis.

Haflah kali ini tak hanya menjadi ajang perayaan kelulusan, tapi juga refleksi tentang pentingnya peran santri sebagai agen perubahan moral di tengah masyarakat.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Artikel Terkait Nasional
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain