Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTTNI–ADF Perkuat Pertahanan Siber melalui Simulasi Terpadu Keris Woomera 2026Komentar: 0

TNI–ADF Perkuat Pertahanan Siber melalui Simulasi Terpadu Keris Woomera 2026

Teropong Rakyat, 16 Oktober 2026, 19:47 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

BALURAN,teropongrakyat.co – (Puspen TNI). TNI bersama Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) melaksanakan simulasi pertahanan siber dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Jumat (16/10/2026). Latihan ini menguji ketahanan infrastruktur digital melalui skenario eksploitasi kerentanan sistem operasi Windows, dengan TNI Red Team berperan sebagai pihak penyerang dan ADF Blue Team sebagai unsur pertahanan yang bertugas mendeteksi serta merespons ancaman terhadap jaringan.

Dalam simulasi tersebut, TNI Red Team menjalankan skenario pengujian keamanan jaringan, mulai dari identifikasi kerentanan hingga simulasi peningkatan hak akses dan upaya penguasaan sistem direktori jaringan. Menghadapi skenario tersebut, ADF Blue Team menerapkan prosedur Digital Forensics and Incident Response (DFIR) melalui analisis log keamanan, identifikasi indikator kompromi (Indicator of Compromise/IoC), serta pelacakan aktivitas mencurigakan di dalam jaringan. Latihan juga menguji kemampuan isolasi jaringan dan penghentian sistem secara terkendali untuk membatasi dampak insiden serta mencegah meluasnya gangguan.

Baca Juga:  Pastikan Kesiapan Operasi Unsur Laut, Pangkogabwilhan I Kunjungi Koarmada II Surabaya

Melalui simulasi ini, TNI dan ADF memperkuat kemampuan deteksi, respons, dan pemulihan terhadap ancaman siber, sekaligus meningkatkan koordinasi dalam menghadapi risiko serangan digital yang semakin kompleks. Evaluasi oleh Joint Cyber Command/Exercise Control (JFCyC/EXCON) dilakukan menggunakan standar penilaian GO/NO-GO untuk mengukur pencapaian sasaran latihan dan kesiapan operasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat interoperabilitas serta kerja sama pertahanan siber kedua negara dalam mendukung stabilitas keamanan kawasan.

Baca Juga:  Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026

#tniprima
#keriswoomera2026

Autentikasi:
Kabidpeninter Puspen TNIKolonel Inf Agus Susanto, S.E., M.M.

Lihat TNI – Polri Selengkapnya→
Artikel Terkait TNI – Polri
Breaking NewsKanal lain
BisnisKanal lain