Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKembang Api Kompak Menyala di Priok, Mengapa Warga Tak Patuhi Gubernur DKI?Komentar: 0

Kembang Api Kompak Menyala di Priok, Mengapa Warga Tak Patuhi Gubernur DKI?

Teropong Rakyat, 1 Januari 2026, 11:50 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

_Teropongrakyat,_ JAKARTA – Tepat ketika jarum jam menunjuk pukul 00.00 WIB, dentuman kembang api bersahut-sahutan memecah keheningan malam. Detik-detik pergantian Tahun Baru 2026 yang seharusnya berlangsung khidmat justru diwarnai letupan cahaya dan suara keras yang menggema di langit Tanjung Priok.

Rabu, 1 Januari 2026, dini hari, langit kawasan pesisir Jakarta Utara itu seketika berubah warna. Kilatan merah, hijau, dan emas berpendar di atas permukiman padat penduduk, memantul di antara atap rumah dan gang-gang sempit, menciptakan pemandangan yang kontras sekaligus ironis.

Pemandangan tersebut bertolak belakang dengan larangan resmi penggunaan kembang api dan petasan yang sebelumnya ditegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai bentuk empati dan penghormatan terhadap para korban bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera menjelang akhir tahun.

Baca Juga:  Hasil Survei TBRC : Masyarakat Banten dan Jakarta Dukung PSN PIK 2 dilanjutkan Sebanyak 88,8 %

Pemerintah daerah juga telah mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana dan aman, tanpa pesta kembang api yang berpotensi memicu kebakaran serta mengganggu ketertiban umum. Namun, imbauan tersebut tampak tak sepenuhnya bergema hingga ke tingkat akar rumput.

Realitas di lapangan berkata lain. Di berbagai sudut Tanjung Priok, warga tetap menyalakan kembang api dalam beragam ukuran. Pantauan wartawan, dari lapangan terbuka hingga lorong-lorong permukiman, cahaya letupan terus bermunculan selama lebih dari 30 menit pertama setelah tahun berganti.

Baca Juga:  Usai Melapor Ke Sub- Denpom, Atas Pemborgolan Dirinya Oleh Oknum Kapam PTPN,Wartawan Syahdan S, Kini Juga melaporkan Dugaan Kasus Pelanggaran UU ITE Tentang transaksi Elektronik Atas Tuduhan Fitnah

Suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer, menandakan bahwa larangan itu seolah kehilangan daya tekan. Malam pergantian tahun pun berubah menjadi potret ketimpangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.

Seorang warga Kelurahan Tanjung Priok, Arief (30), mengaku pemandangan tersebut telah menjadi “ritual tahunan” yang sulit dibendung.

“Setiap tahun juga dilarang, tapi tetap saja ada. Orang-orang sudah beli dari jauh hari. Rasanya Tahun Baru tanpa kembang api itu sepi,” ujarnya sambil merekam langit dengan ponselnya.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain