Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTEmisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia pada Awal Oktober 2026, Capai 2,93 Juta Ton Karbon per HariKomentar: 0

Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia pada Awal Oktober 2026, Capai 2,93 Juta Ton Karbon per Hari

Teropong Rakyat, 12 Oktober 2026, 12:23 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

JAKARTA, teropongrakyat.co — Indonesia mencatat emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di dunia pada awal Oktober 2026. Berdasarkan data periode 1–14 Oktober 2026, rata-rata emisi karbon Indonesia mencapai sekitar 2,93 juta ton per hari, jauh melampaui negara-negara lain yang masuk dalam pemantauan global.

Data Fire Emissions Watch yang dikembangkan oleh Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) mencatat emisi Indonesia mencapai 2.925 kiloton karbon per hari. Angka tersebut sekitar 3,3 kali lipat dibandingkan Brasil yang menempati posisi kedua dengan rata-rata 892 ribu ton karbon per hari.

Baca Juga:  Truk Tronton Rem Blong Tabrak 8 Kendaraan di Slipi, Satu Tewas

Australia berada di urutan ketiga dengan rata-rata emisi karbon sebesar 324 ribu ton per hari. Sementara itu, Papua Nugini, Mongolia, Rusia, Angola, Tanzania, Zambia, dan Madagaskar turut masuk dalam daftar 10 negara dengan emisi karhutla terbesar selama periode tersebut.

Berikut daftar negara dengan emisi karbon akibat karhutla tertinggi pada 1–14 Oktober 2026 berdasarkan data yang dikutip:

  1. Indonesia: 2,93 juta ton karbon per hari
  2. Brasil: 892 ribu ton karbon per hari
  3. Australia: 324 ribu ton karbon per hari
  4. Papua Nugini: 189 ribu ton karbon per hari
  5. Mongolia: 134 ribu ton karbon per hari
  6. Rusia: 117 ribu ton karbon per hari
  7. Angola: 117 ribu ton karbon per hari
Baca Juga:  22 Korban Kebakaran Terra Drone Teridentifikasi, RS Polri Pastikan Semua Keluarga Dapat Kepastian

Tingginya emisi karbon akibat karhutla menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk perubahan iklim, menurunkan kualitas udara, serta menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Data tersebut juga menjadi pengingat pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan karhutla, termasuk pengawasan kawasan rawan kebakaran, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan secara ilegal, serta pemulihan kawasan hutan dan lahan yang terdampak.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain