PASURUAN, teropongrakyat.co— Akademisi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Dr. M. Tahajjudi Ghifary, M.PSDM., menjadi bagian dari susunan Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Pasuruan masa khidmat 2026–2031.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi kalangan akademisi dalam mendorong kontribusi intelektual terhadap pembangunan daerah.
Pada Sabtu (10/10/2026), Ghifary menghadiri rapat awal kepengurusan ICMI Kota Pasuruan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Pasuruan. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda awal organisasi, terutama persiapan pelantikan pengurus serta penyusunan rencana rapat kerja untuk periode kepengurusan 2026–2031.
Ghifary berharap keberadaan ICMI dapat menjadi jembatan intelektual yang mempertemukan gagasan, keilmuan, dan kebutuhan nyata masyarakat Kota Pasuruan.
Menurut dia, berbagai persoalan daerah membutuhkan kontribusi dari banyak pihak dengan pendekatan yang tidak hanya administratif, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi.
“ICMI diharapkan dapat menjadi jembatan intelektual dalam membantu mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi Kota Pasuruan. Pendekatannya tentu dapat dilakukan dari berbagai bidang sesuai kompetensi para cendekiawan yang tergabung di dalamnya,” ujar Ghifary.
Ia menilai, isu teknologi dan kewirausahaan menjadi dua di antara sejumlah bidang yang perlu terus didorong. Perkembangan teknologi dinilai perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, sementara penguatan kewirausahaan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong kemandirian ekonomi dan membuka peluang baru bagi masyarakat.
Selain itu, Ghifary berharap ICMI Kota Pasuruan mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, maupun elemen masyarakat lainnya.
Kolaborasi tersebut, menurut dia, penting agar program yang disusun tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi organisasi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Sejumlah isu seperti pendidikan, penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi, pembangunan sumber daya manusia, hingga kemitraan lintas sektor dinilai memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan tersebut.
Sebagai akademisi sekaligus bagian dari kalangan cendekiawan, Ghifary berharap keterlibatannya di ICMI dapat menjadi ruang untuk memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Menurut dia, cendekiawan tidak seharusnya hanya berada dalam ruang akademik dan menghasilkan gagasan yang berhenti pada tataran teori.
“Akademisi dan cendekiawan jangan sampai hanya menjadi menara gading. Ilmu pengetahuan yang dimiliki semestinya dapat diterjemahkan menjadi gagasan, pendampingan, maupun program yang memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat dan Kota Pasuruan,” katanya.
Rapat awal tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan ICMI Kota Pasuruan masa khidmat 2026–2031 dalam menyiapkan arah organisasi sebelum pelantikan dan pelaksanaan rapat kerja.
Melalui kepengurusan baru, ICMI Kota Pasuruan diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya berbagai disiplin keilmuan sekaligus memperkuat peran cendekiawan dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Ghifary)












